dalam Refleksi

Cahaya

Pada cahaya lilin, pandanglah bagaimana ia dapat menerangi dan begitu berarti di saat gelap gulita

Kegelapan dunia ini menjadikan pandangan seseorang tertutupi. Ibarat ruang gelap gulit, ia tersandung, tertabrak bahkan akan tersungkur jatuh ke lantai.

Perhatikan lentera-lentera di rumah gubuk zaman terdahulu, mereka begitu sangat berarti ketika tak ada cahaya selain cahaya tersebut. Gerak manusianya ketika malam tiba, begitu terbatas. Manusia benar-benar berada dalam peristirahatan total. Mentari terbit, mereka pun bekerja tak menyiakan waktu hingga mentari kembali terbenam.

Kembali ke zaman sekarang, dunia tampak segar. Malam serasa siang, sehingga banyak yg bergadang hingga larut pagi. Ada yg asyik dengan pekerjaannya, tambal sulam pekerjaan yg tertunda, atau hanya sia-sia dengan menghabiskan quota. Mereka tidak menikmati betul waktu malam sebagai istirahat total. Sehingga paginya begitu berat, sepanjang hari itu terasa begitu melelahkan.

“sesuatu yang banyak akan menjadi murah, kecuali ilmu dan budi pekerti”.

Ilmu ibaratkan lampu, semakin besar lampu dan aliran listriknya dg mengamalkannya, maka akan semakin menerangi pemiliknya. Tak ada guna lampu tanpa aliran listrik, senagaimana ilmu tanpa diamalkan. Bukan ilmu yg disalahkan, tapi orang yg berilmu.

Peran Manusia

“Kullukum ra’in, wa kullukum masuulun ‘an ra’iiyatihi” Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan diminta pertanggung-jawabannya atas kepemimpinannya. Kehadiran seseorang bertujuan dan berkepentingan. Diwajibkan baginya menyembah Dzat yang Maha Esa. Kemutlakhan seorang sebagaimana makhluk untuk menyembah-Nya. Tidak untuk menambah kemulian Dzatnya. Namun, kebutuhan pribadi masing-masing makhluk—khususnya manusia—akan keselamatan dirinya: di dunia lebih-lebih di akhirat. […]

Persaingan Kelembagaan

“al ulama’ waratsatul anbiya’” Mengapa harus ada persaingan di dalam pendidikan? Bagi sebagian berambisi ingin meningkatkan kuantitas kelembagaannya: siswanya, gurunya dan gedung-gedung. Sebagian yang lain, berusaha meningkatkan kualitas di dalamnya. Sisanya, perpaduan di antara keduanya. Ada satu kesamaan dari mereka semua, “semuanya ingin sama-sama menjadi yang “terdepan dan terbaik”. Biasanya juga, mereka tak suka jika […]