dalam Refleksi

Tampak Asing, Baru dan Jauh

Sesuatu yang asing; baru ; dan tak lazim cenderung disalahkan, disudut dan dinilai negatif: meskipun sebenarnya itu nyata kebenarannya di sisi yang berbeda.

Sebaliknya, sesuatu yang dekat dengan mata dan hati cenderung dinilai positif. Meskipun juga itu dimungkinkah salah. Misalnya, seorang perempuan bersepda motor pada awalnya dianggap tabu, tetapi sekarang dianggap biasa. Parahnya, kalau tidak tahu naik sepeda dianggap aneh atau tak lazim.

Wajarlah, bila sesuatu itu “jauh” seringkali di-bully, dijadikan kambing hitam bahkan disebut-sebut sebagai biang segala masalah. Timbullah kemudian iri hati, dengki dan hasud. Umpama cinta, tai kucing rasa cokelat dimakan nikmat. Karena benci, ayam goreng terasa tak nikmat. Jauh-dekat, familiar-asing satu tingkat di bawah cinta dan benci.

Tugas seseorang adalah tidak memberi kesempatan pada keburukan diperkenalkan sama sekali untuk kemudian dibiasakan oleh pelakunya. Karena jika sudah terbiasa, sungguh berat mengubahnya kecuali dengan segenap usaha.

Selain itu, konsistensi perlu ditingkatkan. Bagaimanapun, itu adalah pupuk. perhatikan iklan-iklan di TV: konsisten membangun kepercayaan pada konsumen dg terus menerus menayangkan iklan.

Setidaknya, ada bahasa yang dapat dirumuskan untuk mengubah “image jauh”. berilah hadiah, bahasa kasih sayang yang dapat diterima semua orang. Orang akan bahagia dengan itu, asal benar-benar memberi: tanpa menyakiti di sisi lainnya. Berilah lebih dari sekedar yang diharapkan tanpa embel-embel. lakukan dari sekedar yang diharapkan.

Bersikap terbuka terhadap hal baru itu perlu dengan mengesampingkan ketergesaan kesimpulan. Sebaliknya, terhadap sesuatu yang “lama” dan “dekat” perlu dikaji ulang, dicurigai dengan sistematis: bisa jadi nantinya “jangan-jangan” tanpa embel tajassasu ataupun suudhan. Wallahu a’lam bishshawab.

www.gusmakruf.com

Baik di Hadapan Allah Swt

Memang benar seseorang harus selalu baik dalam hubungannya terhadap manusia. Sayangnya, ada hal yang lebih esensial dan ditinggalkan kebanyakan: Allah Swt. Hati dengan segenap jiwa difokuskan hanya kepada Dzat Maha Kuasa. Maka pastinya, akan dipermudahkan bagi seseorang untuk menyayangi kepada musuh-musuhnya: pembencinya, penfitnahnya dan penghancurnya. ia kemudian tak menjadi seseorang yang baik karena diperlakukan baik […]

Harga Kenikmatan

Tak tanggung-tanggung, seseorang berani membayar demi sebuah kenikmatan: kelezatan, ketenangan, kenyamanan, keteraturan, keserasian, dan keindahan. Semua kenikmatan tersebut seolah melekat dalam tubuh ‘bendawi’. Mobil mahal dan murah, hakekatnya sama-sama dapat mengantarkan kepada tujuan. Hape mahal dan murah, hakekatnya sama-sama sebagai alat komunikasi. Seseorang berani membayar lebih untuk sebuah kenyamanan yang terkadang ‘memang’ tak dibutuhkan. Why? […]