dalam Uncategorized

Baik di Hadapan Allah Swt

Memang benar seseorang harus selalu baik dalam hubungannya terhadap manusia. Sayangnya, ada hal yang lebih esensial dan ditinggalkan kebanyakan: Allah Swt. Hati dengan segenap jiwa difokuskan hanya kepada Dzat Maha Kuasa.

Maka pastinya, akan dipermudahkan bagi seseorang untuk menyayangi kepada musuh-musuhnya: pembencinya, penfitnahnya dan penghancurnya. ia kemudian tak menjadi seseorang yang baik karena diperlakukan baik oleh orang lain. Tetapi, ia baik semata-mata karena kebaikan dirinya berkah Allah Swt.

Dinamika yang dipahami bukan berusaha baik di hadapan manusia terlebih dahulu. Hal demikian tak menjamin membawa kepada kebaikan di hadapan Allah Swt. Baik “karena” manusia biasanya diselimuti nafsu ananiyah yang membawa kepada “pamrih”. Bila pemberiannya tak dihargai, marahlah dia. Bila kebaikannya tak dibalas baik oleh orang lain, gusarlah dia.

tak mudah mencintai kepada mereka yang membenci. Seperti halnya tak gampang memberi kepada mereka yang “seringkali” menyakiti bahkan mengancam jiwa. “Asas assarru bissarri” sudah tak lazim dipertahankan. Meskipun, orang baik di masa ini lebih mudah menghitamkan yang putih dan memutihkan yang jelas-jelas hitam.

Dahulukan Allah, carilah perhatian-Nya dengan sungguh-sungguh. Hanya Allah Swt pengatur segala rejeki, dan hanya kepadaNya tempat bersandar dari segala hambatan. wallahu a’lam bishshawaab.

0Shares

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar