dalam Catatan Kecil

Berbuat Baik

Kebaikan tak kan pernah hengkang dari dunia, begitu pun keburukan. Berperang satu sama lain. Mengambil peran masing-masing untuk menyetir kehidupan.

Saya selalu bertemu dengan seseorang yang berbeda-beda. Ada yang suka memberi dan ada yang masih belum sempat memberi. Ada yang sering membantu, ada pula yang belum bisa membantu. Saya selalu berpikir, Allah yang menggerakkan mereka.

Berbuat baik sejatinya adalah hidayah Allah. Mereka yang belum bisa berbaik kepada tetangga, saudara seiman atau orang lain sejatinya belum mendapatkan hidayah. Oleh sebab itu, sebagai muslim, tak elok menilai keimanan orang lain. Alih-alih mengecap dengan “mantap”: ia adalah baik, ia adalah tak baik.

Status seseorang dinilai oleh Allah. Keimanan yang membedakan posisi dan kedudukan di hadapan Allah. Seseorang yang berbuat baik belum tentu beriman: tergantung kepada niatnya. Qila: “Niat itu kedudukannya lebih utama daripada amal.”

Dalam beramal kebaikan, niat adalah fondasi utama. Semakin kuat, amal kebaikan semakin memberi pengaruh kepada pelakunya. Perbaiki niatnya, barulah beramal dengan optimal. Selain itu, berbaik bukan berarti di satu bidang dan bidang lain ditinggalkan. Kesemuanya disatukan sehingga tidak ada yang diabaikan. Baik itu: (1) hubungan kita kepada Allah, (2) kepada sesama manusia, (3) Kepada diri sendiri, dan (4) Kepada lingkungan sekitar.

Terhadap orang “yang belum bisa baik”, maka kita berusaha untuk merangkulnya. Bukan membenci apalagi memusuhinya. Ia tetaplah makhluk Allah yang belum tentu selalu tak baik, dan kita belum tentu lebih baik darinya. Tepatlah kiranya tanpa menghakimi. Bimbinglah ia menuju hidayah-Nya.

Memang tak mudah mencintai orang yang membenci kita, memberi kepada yang memfitnah kita dan berbaik hati kepada yang mendhalimi kita. Sekali lagi, “teruslah berniat baik”, “teruslah berbuat baik”. Setiap kebaikan, sekecil apapun pasti akan dibalas oleh Allah.

Sesungguhnya, seseorang yang berbuat baik maka sebenarnya ia berbuat baik kepada dirinya sendiri. Seseorang yang berbuat buruk, ia berbuat buruk kepada dirinya sendiri.

0Shares

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar