dalam Uncategorized

Menfanakan Makhluk

Bila seorang hamba berani mengakui pada dirinya sendiri, tentu apa yg dilakukannya semuanya kebanyakan tidak benar-benar penting. Tolak ukuran penting berarti bermanfaat menurut agama, sosial-masyarakat dan pengetahuan. Muhasabah di sini begitu penting untuk melihat ke dalam diri sendiri: apakah yang berlalu telah menjadi barokah?

Di balik itu semua, hati seorang hamba begitu mudahnya berpaling dariNya. Baik oleh pengaruh nafsu atau terkontaminasi ajakan orang lain. Sebagai bukti, remaja sekarang begitu mudah diajak temannya menuju ke tempat hiburan dibandingkan ke tempat peribadatan. Mall-mall selalu ramai, bahkan oleh hamba-hamba yang beruban. Di sisi lain, masjid menjadi sepi peminat.

Kerusakan tidak berdiri tegak kecuali selalu mengajak hamba-hamba lainnya. Pengaruh komplotan menuju hawa nafsu terus akan merajalela bila tidak disadari sedini mungkin. Sebagai hamba, tentu ada perasaan tidak enak bila dihadapkan pada suatu tekanan sosial. Lihatlah saja, anak yang baik bila terus menerus dibiarkan bergaul dengan para pemabuk, pasti akhirnya sedikit banyak akan mabuk juga.

Oleh sebab itu, hamba perlu menfanakan segalanya kecuali Allah SWT. Ketika hamba dihadapkan kepada Allah, tentu ia harus menghadap sepenuhnya: tidak setengah-setengah. Hal demikian akan tercapai bila bayangan makhluk dalam benaknya diacuhkan.

0Shares

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar